Pertemuan
ke-7 ini dilaksanakan pada selasa tanggal 11 November 2015 jam 07.30 sampai
dengan 09.10 di ruang PPG 1 gedung FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta Prodi
Pendidikan Matematika kelas B pada matakuliah Filsafat Ilmu dengan dosen
pengampuh Bapak Prof. Dr. Marsigit, MA.
REALITA DAN FENOMENA
Filsafat itu intensif
dan ekstensif. Dipengaruhi oleh ada, pengada, dan mengada. Fenomena dalam
negara kita ini bermacam – macam. Menyikapi powernow pada saat ini kita harus
menghadapi dengan cara berfilsafat. Kita bisa meniru unsur dasar binatang,
bukan kelakuan binatang. Adapun yang namanya scientific, Metode scientific itu
ukurannya sepertiga dari dunia. Fenomena menukik, intensif itu meneliti. Ada
fenomena lain yaitu mendatar, misalkan hari rabu ini bertemu dengan hari rabu
lagi. Sedangkan fenomena powernow itu dengan fenomena linear namun tidak
mengetahui sampai mana garis tersebut. Adapun yang dibangun dalam diri kita,
misalkan, inner beauty, kecantikan dan doa.
Metode saintifik yang
dikembangkan di Indonesia dengan berbagai aspek seperti mengamatai, bertanya,
mencoba, mengkomunikasikan dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Mentode saintifik hanya bisa diterapkan pada hal tertentu saja, tidak bisa diterapkan pada proses percintaan, misalnya
seorang laki-laki yang suka sama prempuan, yang dalam saintifik dimulai dengan
melihat dan mengamati gadis tersebut, kemudian bertanya-tanya tentang sang
gadis dan setelah mengetahui baru ingin mencoba. Ini merupakan hal yang keliru,
karena setiap perempuan tidak ingin seperti itu. Metode saintifik yang
sebenarnya ada aspek hipotesis dihilangkan dari struktur. Hipotesis itu
berpendapat, setelah berpendapat kemudian dicoba. Jika memang metode saintifik
aslinya seperti itu, kemudian diterapkan di negara ini menjadi berubah sehingga
Pemerintah itu dosanya berat karena berbohong kepada rakyatnya. Metode
pembelajaran itu harus diatur secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan,
tidak bisa sembarangan. Indonesia itu negara kecil dan lemah, sehingga menjadi
cabang powernow. Maka pejabat sekarang itu tidak memperdulikan budi pekerti dan
mementingkan diri sendiri. Satu sama lain bisa saja saling menjajah, demokrasi
hanyalah slogan namun uang tetap berjalan serta korupsi merajalela.
Selanjutanya mengenai Fenomena
Compte, contohnya pada diri kita sendiri, handphone kita tidak hanya satu,
namun ada lebih dari satu, tidak sedikit dalam kehidupan sehari-hari gara – gara handphone baru (elektrinik baru),
keluarga bisa berantakan. Dengan adanya teknologi ada fenomena tecnopolly,
menyerahnya budaya di telapak kaki teknologi. Orang bisa merekayasa budaya baru
untuk kepentingannya. Semua orang mengikuti teknologi, memiliki hp baru kecuali
orang sufi. Oleh karena itulah, Indonesia termasuk darurat budi pekerti.
Menterinya aja diinterogasi KPK. Bagaimana bisa? menipu saja sudah dapat mobil
atau yang lain. Negara Indonesia itu digambarkan seperti anak ayam dan negara
adikuasa itu digambarkan oleh burung rajawali. Jadi, sekali saja anak ayam itu
melawan, akan terkena pukulan kaki burung rajawali. Artinya negara Indonesia
itu masih tergolong kecil dan kurang kuat.
Beralih
pada individu, orang yang bersifat kaku itu tidak flexibel. Kesulitan menembus
ruang dan waktu. Kaku ini mungkin dia memiliki prinsip. Prinsip adalah postulat
dan sesuai konteks ruang dan waktunya. Misalnya, masuk rumah harus mencuci kaki
atau tangan dulu. Jika diterapkan absolut, bisa menjadi masalah, karena kaku
itu dimensinya tunggal, berusaha tertutup oleh ruang dan waktu. Sebenar – benarnya
orang kaku bisa disebut dengan orang yang bodoh daan tidak cerdas. Pikirannya
juga seperti batu dan tidak bisa melihat situasi dan kondisi. Oleh karena itu,
pentingnya komunikasi dan luwes (tidak kaku). Sehingga sopan yang sebenarnya
itu luwes serta bisa memahami orang lain.
Kecenderungan
powernow menaruh struktur spiritual di bawah. Barkley merupakan ujung tombaknya
powernow. Membangun itu adalah pilihan urusan dunia dan urusan akhirat. Auguste
compte memilih dunianya, bukan spiritualnya. Pada zaman orde baru pak Suharto
itu malah mengejar orang – orang yang berspiritual, termasuk yang sedang
diincar itu adalah Gusdur (Abdurrahman Wahid). Indonesia belum mempunyai misi
ke depan untuk 100 tahun. Dalam menangani pekerjaan, harus diimbangi dengan kerja,
pikir dan doa. Bukan hanya kerja saja. Maka dari itu, visi presiden (kerja,
kerja, kerja) masih harus dibenahi. Dunia sekarang itu dunia persekongkolan.
Tanpa persekongkolan akan kalah. Metode, media, sebuah alat hedonisme, sesuatu
yang bisa menyebabkan tidur, contohnya narkoba.
Dari
uraian tersebut, kita ambil pelajaran bahwa setiap metode yang diterapkan itu
dapat digunakan, hanya saha harus sesuai dengan rauang dan waktnya. Sebagai manusia
yang berakal kita harus benar – benar bisa memilah – milah mana yang baik untuk
diri kita, mana yang tidak baik untuk diri kita. Semoga kita selalu ditunjukkan
jalan yang benar dan selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT untuk selalu
bisa menjalankan semua yang diperintahkan dan menjauhi larangannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar